Always Think From Another Side

Archive for the ‘Sinau’ Category

11 Tips untuk Fotografer Newbie


Selamat datang, sugeng enjang, sugeng siyang, sugeng dalu sederek sekalian, sadayana. Lama nggak update nih blog. Setelah berkelana dan mengelana di negeri antah berantah sampai muntah-muntah. Berawal dari langganan sebuah situs tentang fotografi. Saya pun kedatengan ilham untuk berbagi beberapa tips dan trik ini.
1. Mungkin anda bisa lebih bijak untuk menggunakan uang lebih untuk membeli sebuah alat baru.
Banyak cara untuk mendapatkan foto yang bagus dengan objek yang sangat murah.
2. Pertimbangkan penggunaan tripod
Dalam keadaan tertentu tripod bisa jadi pilihan, terutama ketika kamu punya tremor –tangan yang bergetar ketika memegang sesuatu, :).
3. Bawa kamera-mu, kemana dan dimana saja.
Terkadang momen bisa muncul dimana saja. Kalau tak mau repot –bawa tas kamera kecil sama tripod–. Atau, jika kamu punya handphone berkamera, pakai dan usahakan beri catatan mungkin suatu saat kamu kembali ke tempat itu dengan kamera yang biasa kamu gunakan.
4. Buat list dari hasil bidikanmu
Mulai dari tempat, cuaca, pencahayaan, atau momen-momen yang selalu berkesinambungan (perayaan, upacara dan lain-lain)
5. Jangan pernah meremahkan objek-objek nggak penting
Dalam satu waktu mungkin tidak ada yang menarik di kamar atau di rumahmu, tapi coba lihat yang biasa dengan mata yang tidak biasa –fresh mind–. Mengingat banyak macam warna manusia, yang simple dari satu manusia itu pun jadi sesuatu yang tidak biasa 🙂
6. Nikmati proses belajarmu
Bagian yang paling menarik dari punya hobi fotografi adalah selalu dan selalu tidak pernah berhenti untuk belajar. Inspirasi ada di sekitarmu bung!. lihat dengan mata kamera dan kamu akan melihat berbagai kemungkinan yang tidak pernah kamu kira sebelumnya.
7. Cari sumber sebanyak-banyaknya
Kamu mungkin bisa ke http://www.fotografer.net atau website http://digital-photography-school.com untuk inspirasi sekaligus tips. Kalaupun tertarik dengan post-processing, belajar Photoshop. Hmm, usahain yang berbayar yah…
8. Eksperimen dengan settingan kameramu
Mungkin kamu tak pernah mengira kalau membidik gambar dengan kameramu bisa lebih fleksibel dan lebih kuat. Baca manual untuk mempelajari semua simbol yang ada di kameramu. Coba bidik satu objek dengan berbagai macam settingan untuk menciptakan efek yang kamu mau. Kalau kamu cek di
komputer kamu, cek EXIF data (biasanya ada di file properties).
9. Pelajari dasarnya
Banyak informasi tentang fotografi online yang bisa dipelajari. Mulailah dari komposisi. Terbukalah dengan semua fotografer yang berpengalaman untuk mencari tahu tentang tekniknya. Mulailah tahu dasarnya sebelum kamu mematahkan aturan dasarnya.
10.Ambil foto secara teratur
Coba untuk setiap hari. Jika tidak bisa, pastikan kamu punya waktu tertentu buat belajar secara teratur. Dan jangan pernah lupa apa yang kamu pelajari. Dan cara cepat untuk memotivasi dirimu sering-seringlah masuk forum, upload, menerima cercaan dan berbagai makian dan masukan.
11. Jangan pernah takut ber-eksperimen
Apalagi di era yang sudah menggunakan kamera digital ini. Go Crazy!

Instalasi DJBDNS for Debianers


Sebelumnya jangan lupa bagi pengguna Debian Etch tuliskan source paket baru

1. vim /etc/apt/sources.list

2. tambahkan deb http://ftp.de.debian.org/debian etch main contrib

3. simpan dan kemudian ketikkan apt-get upgrade

Proses Installasi, pada djbdns kita membutuhkan 2 paket pendukung yaitu ucspi dan daemontools

1. Download paket daemontools

# apt-get install daemontools-installer

2. Kemudian build paket tersebut

# build-daemontools

3. Download paket ucspi-tcp

# apt-get install ucspi-tcp

4. Build paket tersebut

# build-ucspi-tcp

5. Download paket djbdns

# apt-get install djbdns-installer

6. Build paket tersebut

# build-djbdns

Konfigurasi DJBDNS Sebagai DNSCache

1. Buat account user baru dengan nama dnscache dan dnslog
# useradd -d /dev/null -s /bin/false dnscache
# useradd -d /dev/null -s /bin/false dnslog

2. Buat direktori log dan file konfigurasi
# dnscache-conf dnscache dnslog /etc/dnscache 202.69.106.2
202.69.106.2 adalah IP Address komputer yang akan dijadikan server

3. Hapus file 127.0.0.1 pada direktori /etc/dnscache/root/ip
# rm -f /etc/dnscache/root/ip/127*

4. Buat file kosong yang akan menunjukkan IP Network yang akan diizinkan untuk menggukan cache.
karena yang dijalankan dnscache pada 202.69.106 maka kita mengizinkan ip 202.69.106
# touch /etc/dnscache/root/ip/202.69.106

5. Buatlah simbolik link yang akan digunakan oleh svscan untuk mengontrol dan memonitor service
dnscache.
# ln -s /etc/dnscache/service
# svstat /service/dnscache

6. Pada komputer server dan client yang berada dalam jaringan 202.69.106.2 pada /etc/resolv.conf
ditambahkan berikut pada baris paling atas
# nameserver 202.69.106.2
202.69.106.2 adalah nomor IP Adress komputer server dnscache.

7. Anda dapat melakukan pengecekan dengan melakukan look-up pada komputer client.
# nslookup http://www.yahoo.com

Pidgin 2.1.1.14


…gara-gara Fedora Core punya tetangga 🙂 akhirnya harus install Pidgin yang terbaru –masalahnya bukan Fedora Corenya, tapi Fedora Core yang sudah terinstall dengan sukses Pidgin yang paling anyar–, menu yang ditawarkan cukup lumayan, Pidgin terbaru sudah bisa mendownload alias name di server Yahoo Messenger –cocok untuk saya yang kadang lupa :D–, ok!, disini saya menggunakan distro Debian dengan Desktop KDE versi 3.5, setelah berkutat dengan file .deb dan beberapa library-library yang bikin pusing, akhirnya harus kompile manual, hehe…, tapi sebelum itu saya harus download beberapa depedensi yang dibutuhkan.

1. Download dependensi yang dibutuhkan dengan mengetikkan

apt-get install build-essential gcc g++ intltool intltool-debian libglib2.0-0-dbg libglib2.0-cil libglib2.0-data libglib2.0-dev libgtkspell-dev libgtkspell0 libxml2-dev libnss3-dev libssl-dev libgstreamer0.10-0 libgstreamer-plugins-base0.10-0 libgstreamer-plugins-base0.10-dev

setelah proses itu selesai kita mendownload pidginnya di

2. wget http://downloads.sourceforge.net/pidgin/pidgin-2.1.1.tar.bz2

3. extract file tersebut dengan perintah tar -xvvf pidgin-2.1.1.tar.bz2

4. masuk ke folder hasil extract tadi.

5. ketikkan perintah

./configure –enable-gnutls=yes –enable-mono –enable-nm –enable-consoleui –enable-gevolution –enable-gstreamer –enable-plugins –disable-schemas-install –enable-screensaver

6. proses terakhir ketikkan

make && make install

7. Selesai 😀

DNS Cache Debian With DNSMasq


$apt-get install dnsmasq

setelah selesai kemudian editlah file ini

$vim /etc/dnsmasq.conf
(dalam contoh ini saya menggunakan editor vim)

listen-address=127.0.0.1
kemudian pastikan bahwa pada baris tersebut tidak ada tanda “#”

$vim /etc/dhcp3/dhclient.conf

#supersede domain-name “fugue.com home.vix.com”;
prepend domain-name-servers 127.0.0.1;
request subnet-mask, broadcast-address, time-offset, routers,
domain-name, domain-name-servers, host-name,
netbios-name-servers, netbios-scope;

pastikan pada kata “prepend domain-name-servers 127.0.0.1”
di depan kata itu tidak ada tanda “#”

$vim /etc/resolv.conf

kemungkinan tampilan default seperti ini

search yourisp.com
nameserver 217.54.170.023
nameserver 217.54.170.024
nameserver 217.54.170.026

dan rubah tampilan tersebut dengan

search yourisp.com
nameserver 127.0.0.1
nameserver 217.54.170.023
nameserver 217.54.170.024
nameserver 217.54.170.026

tidak usah bingung dengan IP dibawah 127.0.0.1 karena itu cuma sebagai contoh saja.

ok, semua konfigurasi sudah dilakukan, sekarang coba restart paket tersebut dengan menggunakan command ini

$/etc/init.d/dnsmasq restart

untuk melihat seberapa cepat cache DNS tersebut ketikkan command ini

$dig http://www.yahoo.com

Kamu akan melihat tampilan seperti ini “;; Query time: 38 msec”.
sekarang ulangi command tersebut, dan kamu akan melihat seperti ini:”;; Query time: 2 msec”

Nice Try!!

Tag Cloud