Always Think From Another Side

Archive for the ‘Shut Up!’ Category

Hening


“Menyia-nyiakan waktu yang ada itu sungguh tidak menarik dan membosankan”

Seperti hari sabtu yang kemarin-kemarin, aku sibuk membuat bagaimana caranya agar tubuhku berolahraga. Lebih tepatnya memaksa diri untuk berolahraga. Tak ada yang salah dengan kegiatanku satu ini, namun setelah pertandingan usai, setelah keriuhan menghilang. Aku merasa kok ada yang salah ya. Sepertinya aku berada pada titik kebosanan yang kritis.

Hampir sepanjang pagi kuhabiskan waktuku lelap. Siang berlalu dan beranjak malam. aku BBMan dengan salah satu temanku dan juga kusambi dengan membaca karya Dewi Lestari. Entah kenapa sepertinya ada sedikit tamparan keras padaku, mulai dengan ketidak-teraturan, serotonin, bifurkasi atau persimpangan (hal ini pernah ku-analogikan ada palu yang memecah otakku) dan juga berkarya. Selama ini terhitung masih beberapa karya yang aku hasilkan.

Malam itu aku gak bisa tidur, ditambah dengan ngeblog (ngebaca blog temenku) aku jadi berpikir ulang dengan purpose-ku di dunia ini. Walaupun aku pernah berpikir bahwasannya end of the world it’s a collect point for best result in “akhirat”. Muncul pertanyaan, udah ngapain aja di dunia ini, udah berbagi apa dengan mereka, udah bisakah melakukan yang terbaik untuk hari dsb. Hal itu serasa terus menerus menghantuiku. Aku berpikir ini saatnya, ini yang kucari. Aku pun mulai merumuskan seperti apa kiranya :

1. Bahagia

Konstan dalam bahagia adalah ketidak-teraturan, bagaimana cara pintar kita memancing serotonin dalam otak kita. Explore!, paksa lebih mencari tantangan, lakukan dengan disiplin dan catat. Berdasarkan dalil yang intinya ilmu itu ada di kertas, trigger/pemancing jalur otak kita.

2. Berbagi

Apa saja, ilmu, kesenangan, dsb. Setidaknya membuat mereka bahagia, meringankan pekerjaan mereka ataupun membuat mereka lebih mudah dalam melakukan sesuatu dengan apa yang kita lakukan.

3. Runut dan Hasil

Dalam suatu konteks pekerjaan, permainan, hidup, cinta dan semua hal di dunia ini. Sebenernya yang diperlukan pertama adalah fundamentalisnya adalah cita-cita. Next runut dan jelas, kalo sampai segini harusnya segini. Bukan cuma membuang waktu yang tidak jelas dengan membuat hal yang tidak penting. Passion, ini yang paling penting dan aku sedang dalam tahap belajar untuk ini. Sabar nikmati, putuskan dan lakukan. Mengutip di balik tirai otak “Hidup itu sederhana, apa itu pilihanmu, bertanggung jawablah dengan pilihan itu”. Selesai.

Banyak hal lain lagi yang mestinya aku pelajari. Bersikeraslah dan bertanggung jawablah dengan sebaik-baiknya. Pada akhirnya, memang benar “Jangan pernah sia-siakan dirimu dengan berleha-leha, karen apa yang anda lakukan akan selalu sepadan dengan apa yang anda dapat”. Semoga malam ini nyenyak pisan 😦

Advertisements

Lama


Hal yang sudah lama tak kusentuh, bahkan saya bingung harus memulainya darimana, bagaimana, apa, mengapa, siapa,dimana -diragukan dimananya, yang pasti di blog ini ya-. Oke, saya ingin dan ingin sekali menulis, Bertumpuknya bebal ini semakin membuatku tak bisa menuliskan satu huruf pun. Tentunya huruf yang setidaknya dalam pemikiranku untuk apa menulis itu -berbagi,informasi,berita,dsb. Meskipun Mas Arswendo pernah bilang, menulis itu ya menulis, apa saja yang ada di otakmu. Sepertinya saya akan membagi-baginya biar nyaman –pendapat saya. Sebelumnya saya maaf untuk keyakinan saya bahwasannya tidur tanpa menggunakan baju -ote-ote itu tidak baik, karena membuat saya tersiksa di esok paginya.

1. Diantara semua hiruk pikuk keadaan dunia ini saya merasa adalah orang paling tenang. Karena saya capek dengan berita yang tak kunjung adanya perubahan yang membuat saya berbinar.

2. Saya ngilu, dengan sejuta ruang dengar,ruang lihat dan juga ruang perasa saya yang menurut hemat saya kerucut itu adalah pernikahan. Dan saya hanya tertawa mengingat perkataan Patrick Jane dalam serial yang paling saya suka. The Mentalist. “Human man is funny that way,” atau memang saya lelah. Ah, sepertinya memang pikiran itu hantu lebih tepatnya menghantui saya.

3. Pada dasarnya saya suka menghitung, namun saya adalah orang yang sedikit alpa dengan ingat. Ya, saya pelupa. Beberapa orang bilang kurang konsentrasi, yang ternyata baru saya tahu bagaimana konsentrasi bekerja akhir-akhir ini. Dan satu lagi, dimana saya serius dan dimana saya bercanda. Saya susah membedakannya, cuma ingin memandang segala sesuatunya terasa lebih cair dan funny. Kabar buruknya kadang suka kelebihan.

4.  Hari ini saya diderita penyakit aneh –menurut saya, bagi yang biasa dengan buku yang supertebal dan bermain dengan alat bedah mungkin tidak aneh. Detik ini saya masih belum bisa menemukan kata yang tepat untuk sakit yang saya alami seperti halnya waktu saya kecil. Dimana mulai detik itu saya memutuskan tidak suka ikan pindang. Tapi itu tidak terjadi setelah saya SMA. Saya jadi suka, dicampur dengan sambal dan cukup nasi putih, Nikmatnya hingga Greenland *terpengaruh One Piece. Sebalnya itu muncul lagi hari ini, jadi makanan laut banyak yang tidak masuk. Sekedar info, saya adalah penggemar buah, omnivora –kecuali pare, gak doyan, pait, kembang turi juga. Atau bisa dibilang tong sampah di keluarga saya.

5. Cinta, selalu indah bagi siapapun. Termasuk saya.

6. Hari ini Sabtu, 23 Oktober 2010 adik saya yang yang kedua atau dalam silsilah keluarga dia anak ketiga akan diwisuda untuk kuliah pertamanya. Dia lagi on proses juga melanjutkan S1-nya. Semoga sukses.

7. Sudah lumayan lama saya tidak memegang kamera, desain dan berbagai perangkat bermain saya di waktu kuliah dulu. Sudah banyak ide bermunculan, namun dengan satu hal yang sepertinya tidak mungkin saya lakukan. Karena 1 ide yang menarik itu membuat video undangan pernikahan. Sama siapa?yah, sepertinya itu pertanyaan retoris.

8. Mugiwara Luffy atau Monkey D. Luffy, hampir dipastikan menjadi seorang Bajak Laut. Profesi yang menarik, cita-cita dan keinginan yang besar itu bukan omong kosong kawan. Mereka yang mau berusaha, mereka yang bisa. Kamu, bersemangatlah!.

9. Sepakbola, ya sepakbola nampaknya sudah menjadi satu kesenangan tersendiri bagiku. SD, sepakbola adalah hal yang paling menyesakkan bagiku. Beralih ke basket hingga SMP kelas 2, selanjutnya Bola, dan sepak. Itu saja yang terjadi, bahkan sampai detik setelah sepakbola juga yang mematahkan tanganku. Saya tak pernah berpikir ulang untuk tidak bermain bola, sepak, lagi.

10. Capek, untuk sementara kegiatan menulisnya aku sampaikan disini. Entah ini berguna atau tidak, setidaknya aku sudah menulis. Mas Arswendo, nuhun :).

 

Benar Kata Egar : Jogja Memang Gila!


2 orang aneh tanpa dosa nan menawan menunggu di depan pintu tol Buah Batu, sambutan kalian sungguh menyenangkan, terima kasih, :P, Saling ngobrol ternyata baru sadar ada yang roaming, Om Limbad, i’m so so sorry about that!, Makanan pagi itu di pondok itu, ummm so yummy!, dan segelas teh panas itu melegakan lambungku, Alhamdulillah, pagi dengan teh yang super duper nikmat. Pantai baron yang tak terlupakan, tempat dimana aku digelandang tak berdaya, buat semuanya, kalian memang Gila!, ya..gila memang. Yang kelempar sendalku, maafkan aku, hanya itu yang bisa kulakukan dengan kejaran penuh nafsumu, Sial!.
Saat aku dan maz guh yang kebingungan beli ganti di matahari, ada satu hal menarik, waktu masuk itu toko ada tulisan terpampang Mobil : Rp.2000, Sepeda Motor : Rp.1000, Sepeda : Rp.200, kalau becak berapa ya?.
Saat limbad mencetak gol kemenangan dan disaat itu pula dia tak bisa lanjut bermain, kasihan kau di, besok kita maen bola lagi ya, :).
Saat juga Ogi’ dan kawan di barisan belakang berjibaku melihat bola begitu sering mampir di belakang, semangaaaadddd……
Saat kita godain mbak-mbak di bazaar dan merasakan es degan murah nan lezat.
Saat menunggu muhaj belanja dan ditemani noni canteeekkk, heum, sungguh, dan sungguh mengasyikkan. Bringharjo yang bikin capek tak hanya kaki tapi juga mulut –cape nawar–,
Saat ada orang berpipi gembul yang pinjam kamera untuk diliat isinya yang sekarang kutahu namanya ovi, saat itu pula ada makhluk manis yang ternyata kakak ovi, dz, welcome to my world, n sari yang ternyata saudara dz, mbulet ae dadakno.
Saat aku baru tahu juga bis itu ternyata bisa bikin sehat juga, kalau mogok tapi, borobudur i’m coming, menunggu dan berkejar-kejaran di tempat masuk tiket candi sungguh menggelikan, sembari mengambil jatah tiket dari Yoyo n Muhaj. Batu itu bikin aku ngos-ngosan -Siapa yang numpukin tuh batu c mpe tinggi banget-,
Saat bagi-bagi Aqua pulang dari borobudur,
Saat pindah-pindah barang dari bus 1 ke bus 2, sungguh melelahkan.
Saat jalan kaki cari masjid, Ya Allah jauh kali masjid ni.
Saat menunggu bus 3 datang dan mampir ke warung kopi, yang ternyata tempat akal muslihat muklis yang kebelet Pup dan bayangan sawahnya.
Saat melihat Desi Melisawati yang tak lepas dari kipas pink dan bantal pinknya.
Saat melihat bang Limbad dengan bengong roamingnya, Bang, badanmu tak sebesar rambutmu, dasar cungkring! :P, Dengerin Echa alias Reisya Gina dengan suara lucunya,
Saat aku melihat anak2 cewek cari kakus, Saat Yaya panggil Ogi’ untuk lobi kakus,
Saat aku ngedengerin dengkuran super keras dari doni,
Saat bu haji dengan lantang di depan anak-anak, “heumm, pak haji aja deh,”, bu haji kau memang penggoda.
Saat Yaya nyemash orang, seandainya tampar itu adalah terkeras, “Plaaakkkk.”
Saat handung dengan gagahnya untuk si Leha, lindungi dia boz, sama AC Milanmu juga dari amukan Juventus :P.
Saat melihat Muhajir tidur, jir…,kau tetap mesum meskipun tidur.
Saat Bang Sai berkacamata, hoho anda layak dapat bintang.
Saat pengakuan Sari di warung kopi, Ortu ya Wonogiri kok mas *polos cui.
Saat Aris berkhotbah, lanjutkan usahamu menjadi ustadz yang baik.
Saat Kiki bergumul dengan garam di subuh mau pulang itu.
Saat Daud benerin kacamatanya, wow, u look so cool.
Saat Teguh sendu;baca seneng ndusel nang koncoe, wancu biasanya jadi korban.
Saat Mukhlis cerita kebeletnya dan bayangan sawahnya, kau pandai juga berkisah bro…
Saat Obed nesu nek digojloki Teguh, kejam kali kau Guh!
Saat Lanang menjadi pria terkuat di dunia dan di kelompokku, Bagaimana tidak coba, Kecil di Palu, SD di Palu, SMP di Palu, SMA di Palu, sampai sekarang dia sehat walafiat.
Saat aku tahu Juju adalah orang Lamongan, oalah Ju..ju…
Saat-saat tak terlupakan itu yang membuat aku jadi kenal dengan Aris, Muhajir, Adi “Limbad”, Handung, Fauzi, Juju, Kiki, Hadi, Ogi’, Obed, Egar, Yoga, Lanang, Doni, Dz, Ovi, Sar, Yaya, Echa, Sindang, Ivany, Leha, Galuh dan beberapa orang yang tak kusebut miss u all, that was a great moment and Alhamdulillah Jaza Kumullohu Khoiro and special for God for making great n great moment. Benar Egar berkata, Jogja Memang Gila!

(Surabaia-Kediri-Prigi-Surabaia)


Gila!….

Mungkin itu ungkapan yang pas untuk trip yang melelahkan ini -at least it’s a nicely trip-, hal ini berawal dari satu teman yang juga tidak jauh dari ungkapan tadi : Gila!, jum’at siang setelah sholat jum’at ternyata ada surprise, salah satu kawan dari jauh datang karena ada keperluan medisnya n pada hari minggunya bertepatan dengan acara bulanan di kediri, klop!. Dikarenakan ada hal penting yang berkaitan dengan kawan jauhku itu kita berdua merencanakan trip ke kediri, usul pertama kita naik bis berdua, usul kedua kita naik mobil ditambah mengajak 2 ladies dari ujung surabaya 😀 sepertinya usul kedua bisa dimengerti –bagaimana dengan usul ke satu apa tidak bisa dimengerti yah??– hehe…, invansi pun dimulai dari paling dekat sampe paling jauh, nihil n sempat hopeless sampe jam 8 malem ngak dapet mobil sewaan, berkah datang di jam 9 lebih 30 menit dan berita itu ternyata datang dari tempat yang tidak terlalu jauh, kami berdua pun meluncur menuju sasaran meskipun ada sedikit kekecewaan karena mobilnya penyok, tapi yang penting kita dapet mobil!. Setelah selesai mobil kita cari rekan untuk diajak bersama berpetualang, jatuh ke rusdi untuk pilihan pertama sempat call 3 kali dan nihil beberapa puluh menit kemudian rusdi call back dan menyatakan untuk berpartisipasi. Petualangan pun dimulai!, kita berangkat dari titik utara surabaya menuju titik sebelah barat surabaya tepatnya simomulyo untuk menjemput 2 makhluk indah ciptaan Sang Esa. Tepat pukul 1/2 2 pagi kita berlima berangkat menuju arah kota yang dijuluki kota tahu, sebelumnya kita mampir ke gadingmangu, perak jombang dimana kita membuat janji dengan kawan yang akan ikut melakukan perjalanan ke kediri dikarenakan satu hal kawan itu ternyata tidak bisa mengikuti perjalanan ini, hitung-hitung sekalian rehat bentar ditambah menikmati khusyuknya suasana malam, saat dimana Allah berada di langit dunia, saat juga dimana kita memohon ampun dan sujud syukur kepadaNya. Perjalanan kita mulai lagi, kemungkinan perjalanan akan memakan waktu sekitar satu sampai satu jam setengah, karena waktu mepet karena kita mengejar nasehat setelah subuh pedal gas sedikit dinaikkan untuk menambah kecepatan dengan harapan kita lebih cepat sampai. Iqomah dari Pondok Burengan telah dikumandangkan ketika kita sampai dan kita pun harus segera bergegas untuk mengambil air wudlu dan sesegera mungkin mencari barisan sholat, kami cowok bertiga mengambil ke arah masjid kecil dekat perumahan para sesepuh, dan para cewek ke lokasi Pondok dan berjanji untuk bertemu di gerbang depan Pondok setelah selesai nasihat subuh. Gara-gara kecapekan bawa mobil udah niat dengerin nasehat bawaannya ngantuk melulu, huh!!, dan bisa ditebak kalau aku lamat laun ngerti isi nasehatnya, setelah acara selesai kita bertiga pisah kecuali aku dan rusdi yang harus berlarian untuk mencari informasi setelah beberapa jam akhirnya keluar keputusan kalau acara yang harus kawanku ikuti diadakan setelah sholat dhuhur. Time to rest i think!, jeda waktu agak lama ini aku n keempat temanku ditambah satu lagi kenalan dari kedua cewek-cewek tadi mampir membeli sarapan yang sekiranya setiap aku ke kediri pasti ke tempat itu, yep! ayam bakar ala kustur, memang ayam bakar ini enggak ada matinya, bumbunya teope abis satu lagi setiap makan bareng aku selalu jadi bak sampah alias ngebantuin yang makanannya ngak habis :D. Kita berpencar untuk sementara waktu untuk menghabiskan waktu, kawanku jauh seperti orang kalap waktu beli kerudung runut-dirunut ternyata mau dijual lagi, aku kira buat siapa? kita bertiga seperti ibu-ibu dipasar, pokoknya tawar semurah-murahnya ditambah sedikit rayuan gombal biar lebih sip!. oya kenalin kawan jauhku ini dokter yang lagi PTT –begitu dia bilang– di tarakan, aku biasa panggil dia bon –kayak panggilan anak naga bonar pada film besutan dedi mizwar, bonaga!– nama lengkapnya Ilham Bondan Pramudiawan –panjang bener kayak kereta–, karena hasrat bon untuk ke puncak menara waktu istirahatku ditahan dulu karena ada ajakan untuk ke menara yang tingginya kurang lebih 80 m, sekadar menikmati dunia dari sudut pandang yang berbeda. Akhirnya waktu istirahat itu benar-benar datang, 1 jam setengah aku habiskan untuk tidur di masjid kecil dekat pasar dadakan, aku terbangun untuk sholat dhuhur sekalian sholat ashar karena kita sedang dalam perjalanan, setelah dhuhur tak ada kata lain selain tidur lagi.

Titit..titit…sms masuk dari bon yang isinya acaraku dah selesai kalian dimana?, di tempat kita tadi berpisah, we will waiting, send!. Satu lagi masuk teman dari surabaya yang kebetulan ketemu di kediri bermaksud untuk ikut menuju ke surabaya, mas..kira-kira perjalanan ke tulungagung jauh nggak dari sini?, butuh berapa jam kalau melakukan perjalanan kesana?, aku pun menjawab “tulungagung?mm..lumayan, klu waktu kemungkinan 1-2 jaman dari sini”, “kenapa?”, sembari tertawa dia berkata “disana ada pantai bagus!”, “heemm, bagosss!!” kataku. Setelah terjadi pembicaraan maka kami berenam memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tulungagung, setelah menempuh perjalanan tak dinyana ternyata pantai yang kita tuju sudah keluar dari areal Tulungagung lebih tepatnya Trenggalek, sepanjang perjalanan yang kita tempuh si bon sempat mengeluarkan statement kalau ini adalah danau bukan pantai, bon beranggapan seperti itu karena sepanjang perjalanan hanya terdapat gunung-gunung. Tapi, itu hanya anggapan saja lebih kurang pukul 17.15 kita telah dihadapkan pada sebuah kenyataan kalau Prigi adalah pantai bukan danau yang seperti bon bayangkan.

Ayo semua lariii……, ide gila ini datangnya dari bon, dia berbisik kepadaku “rasakan sensasi ketika menuruni pasir ini, kamu seperti melayang”, “seperti itukah bon?” balasku, Tidak ada bukti selain mencoba namun ternyata aku tidak merasakan hal yang bon rasakan, “lha, koq biasa-biasa aja bon”. Pada awalnya bon sempat bermain dengan air laut, namun seperti orang yang pernah bermain air bon langsung mengambil keputusan untuk bermain air, karena aku tidak membawa ganti secara otomatis aku hanya sebagai penggembira saja disitu, Sovia makhluk manis yang berhasil membujukku dengan psikologis terbaliknya untuk menuju pantai ini pun tanpa berpikir panjang untuk segera berbasah-basahan dengan air dan bermain pasir, sepertinya durian runtuh mungkin ekspresi yang ditampakkan oleh gadis manis ini. Setelah puas bermain dan berfoto ria sekitar pukul 18.06 kita siap-siap untuk kembali ke dunia kita, Surabaya “We will come in”. Alunan musik klasik yang terdengar dari moto si bon seakan membius seluruh penumpang mobil untuk beristirahat, kecuali Sovia. Seperti membuka lembar baru dalam kehidupan kita, have a nice trip.

Svia for a lot of Food n u’r became, Nrul for support n helping for us, Roes for konyol n keikutsertaannya, Bon for mobilnya dan makan-makannya.

Kediri-Perigi, 6-7 Juli 2008, with Svia, Nrul, Bon, Roes, Diek.

Euphoria


Spanyol merengkuh kemenangan yang sempurna setelah 44 tahun lamanya puasa gelar, dari seluruh pertandingan mulai dari penyisihan hingga partai puncak tim ini tidak mengalami kekalahan satu pun berawal dari kemenangan yang meyakinkan melawan tim yang digadang-gadang sebagai kuda hitam dari keseluruhan pagelaran ini yaitu Rusia, taji itu berlanjut pada pertandingan berikutnya yang dengan sukses menggulung Swedia dengan skor 2-1, David Villa menjadi aktor kemenangan tim matador dalam pertunjukan ini, golnya yang dilesakkan pada menit 90+2 menjadi saksi bisu kehebatan sang matador. Pada pertandingan terakhir sepertinya merupakan pertandingan balas dendam spanyol yang dengan pahitnya pada pagelaran empat tahun yang lalu spanyol disingkirkan Yunani hanya karena beda gol, dengan bermodal kepahitan yang diterima empat tahun silam seakan tak ada cela untuk Yunani mencuri gol lebih dulu, Spanyol seakan kalap dan membombardir gawang Yunani dengan 2 gol tanpa balas hingga akhir peluit babak pertama berakhir. Menjelang akhir babak kedua melewati serangan yang tersusun rapi Yunani berhasil mencuri 1 gol namun itu tak cukup membantu ketika peluit tanda berakhirnya pertandingan sudah terdengar, Spanyol mengungguli Yunani dan juga memupuskan Yunani yang menyandang sebagai juara bertahan untuk angkat koper terlebih dahulu dari pagelaran ini. Pada babak perempat final tim Matador ditantang oleh Sang Jawara Dunia Italia, namun sepanjang perhelatan akbar ini Italia tidak bermain pada formnya setelah dilumat 3 gol tanpa balas oleh Belanda Italia cuma bisa bermain imbang di pertandingan berikutnya melawan Rumania, Italia mulai menampakkan keberingasannya pada pertandingan terakhir yaitu melawan Prancis yang juga pada saat itu memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Italia. 2 gol tak berbalas menjadikan Italia jawara di pertandingan tersebut, Forza Italia!. Tak dinyana pada survival game ini Italia seakan membuat kewalahan Spanyol hingga terpaksa pertandingan tersebut diselesaikan dengan adu penalti, pertarungan reputasi antara kiper dunia Iker Casillas dan Gianluigi Buffon, Iker Casillas yang sedikit lebih pendek dibandingkan kiper Italia seakan tak mau kalah, 2 kali tendangan dari Italia berhasil dimuntahkannya yang menjadikan pertandingan itu milik “El Matador”, jarum itu berhasil dilewati, Grazie!. Pada pertandingan berikutnya Rusia, yang dengan mengejutkan mengalahkan Belanda dengan skor yang menjanjikan, 1 gol untuk Belanda 3 gol untuk Rusia, sungguh diluar dugaan Belanda yang pada sepanjang pertandingan penyisihan berhasil menghancurkan 2 tim terbaik sejagad Italia dan Prancis akhirnya runtuh oleh tim dari negara eropa timur. Pelatih Rusia Guus Hiddink sempat menyatakan bahwa tim yang diasuhnya tidak akan kalah lagi seperti kala pertandingan perdana grup D dimana Spanyol dengan mantab menghancurkan Rusia 4-1, kenyataan ternyata tak berbanding, sekali lagi tim besutan Luis Aragones tampil dengan sangat meyakinkan dan hasil akhir bisa ditebak tiga gol tanpa balas dilesakkan para punggawa tim Spanyol. Spanyol melenggang ke partai puncak yang akan dihadapi adalah tim berjuluk Panser yang sempat terseok-seok di penyisihan dan tampil sangat meyakinkan di babak survival dengan merobohkan tim besutan Luiz Felipe Scolari dan memupuskan tim kuda hitam dari eropa timur lainnya, Turki. Partai puncak ini dihelat di Wina yang berpenduduk kurang lebih 1.550.123 jiwa apakah akan menjadi saksi bisu keperkasaan sang Matador dalam melumpuhkan lawan-lawannya ato terkaman sang panser kepada sang Matador?, Saling adu taktik dan adu strategi adalah taruhannya siapa yang lebih dia yang meraihnya, disinilah ujiannya. Diprediksi perang di antara lapangan tengah menjadi jaminan siapakah yang terhebat di ranah eropa saat ini, sejak menit pertama tim besutan luiz aragones menggeliat lewat serangan dari poros tengah, sang panser seakan tercabik dan teraniaya dengan kecepatan anak-anak matador lewat sebuah serangan satu dua yang cantik pada menit ke 33 umpan matang ke depan yang diteruskan dengan cantik oleh protagonista dari spanyol fernando torres berbuah gol yang ternyata itu adalah gol pembuka sekaligus gol kemenangan dari El Matador, buah manis untuk Spanyol setelah puasa gelar yang beruntut lama. Bravo!

22.23


Sesuatu yang kita anggap benar belum tentu menurut orang lain benar, namun yang kita anggap salah malah benar menurut orang lain kalo saya dapat simpulkan dan terbesit apa hidup ini sebuah sudut pandang. Dimana kemajemukan manusia menjadikan dunia ini lebih indah dan sarat hikmah, isi, dan sekelumit-sekelumit ilmu yang terkandung didalamnya. Hidup dan sudut pandang 2 hal yang saling berkaitan dan perlu kiranya untuk dimengerti itu menurut hemat saya, satu yang bisa membuat saya untuk selalu menghargai orang lain dan saya berbahagia dengan hal ini.

Selamat Hari Aneh


Aku juga tak tahu dengan jelas motivasinya, hanya terlintas 1 kata –tidak munafik “jalan pintas untuk terkenal”. Muncul satu-persatu dari berbagai belahan dunia yang sama berebut, berlarian dan berdesak-desakan untuk mewujudkan satu cita dan satu kata “famous”, mereka tampil secanggih mungkin bahkan unik dan aneh menurut saya, Mulai dari yang serba tertutup, serba terbuka –whiii…, serba press dan serba-serba lainnya, sungguh pemandangan yang unik di hari minggu yang penuh krodit ini. Kayaknya ini ada yang enggak mau kalah juga, beberapa orang berjalan berkostum hitam-hitam ditambah kacamata hitam plus kulit nan hitam juga. Ada beberapa hal menarik dari acara ini, aku sempat bertanya pada salah seorang peserta tentang apa dan mengapa harus mengikuti acara ini. Dia menjawab karena dia ingin dirinya dikenal dan diketahui oleh masyarakat karena dirinya merasa bahwa dia pernah terlibat dalam kehidupan yang menurut dia adalah kehidupan terpinggirkan dan dipandang sebelah mata, ada yang membuat saya tertarik dengan salah pelecutnya ketika dia memutuskan untuk mengikuti acara yang bisa dibilang jadi orang gaul sejagad “janji”, kekuatan yang tak terelakkan dari sebuah janji seperti halnya tindakan gila yang pernah kuambil gara-gara aku harus menepati janjiku, tragis!. satu lagi ilmu yang dapat aku ambil “ternyata menjadi gila itu adalah salah satu jalan menjadi terkenal”.

Tag Cloud