Always Think From Another Side

Archive for July, 2008

(Surabaia-Kediri-Prigi-Surabaia)


Gila!….

Mungkin itu ungkapan yang pas untuk trip yang melelahkan ini -at least it’s a nicely trip-, hal ini berawal dari satu teman yang juga tidak jauh dari ungkapan tadi : Gila!, jum’at siang setelah sholat jum’at ternyata ada surprise, salah satu kawan dari jauh datang karena ada keperluan medisnya n pada hari minggunya bertepatan dengan acara bulanan di kediri, klop!. Dikarenakan ada hal penting yang berkaitan dengan kawan jauhku itu kita berdua merencanakan trip ke kediri, usul pertama kita naik bis berdua, usul kedua kita naik mobil ditambah mengajak 2 ladies dari ujung surabaya 😀 sepertinya usul kedua bisa dimengerti –bagaimana dengan usul ke satu apa tidak bisa dimengerti yah??– hehe…, invansi pun dimulai dari paling dekat sampe paling jauh, nihil n sempat hopeless sampe jam 8 malem ngak dapet mobil sewaan, berkah datang di jam 9 lebih 30 menit dan berita itu ternyata datang dari tempat yang tidak terlalu jauh, kami berdua pun meluncur menuju sasaran meskipun ada sedikit kekecewaan karena mobilnya penyok, tapi yang penting kita dapet mobil!. Setelah selesai mobil kita cari rekan untuk diajak bersama berpetualang, jatuh ke rusdi untuk pilihan pertama sempat call 3 kali dan nihil beberapa puluh menit kemudian rusdi call back dan menyatakan untuk berpartisipasi. Petualangan pun dimulai!, kita berangkat dari titik utara surabaya menuju titik sebelah barat surabaya tepatnya simomulyo untuk menjemput 2 makhluk indah ciptaan Sang Esa. Tepat pukul 1/2 2 pagi kita berlima berangkat menuju arah kota yang dijuluki kota tahu, sebelumnya kita mampir ke gadingmangu, perak jombang dimana kita membuat janji dengan kawan yang akan ikut melakukan perjalanan ke kediri dikarenakan satu hal kawan itu ternyata tidak bisa mengikuti perjalanan ini, hitung-hitung sekalian rehat bentar ditambah menikmati khusyuknya suasana malam, saat dimana Allah berada di langit dunia, saat juga dimana kita memohon ampun dan sujud syukur kepadaNya. Perjalanan kita mulai lagi, kemungkinan perjalanan akan memakan waktu sekitar satu sampai satu jam setengah, karena waktu mepet karena kita mengejar nasehat setelah subuh pedal gas sedikit dinaikkan untuk menambah kecepatan dengan harapan kita lebih cepat sampai. Iqomah dari Pondok Burengan telah dikumandangkan ketika kita sampai dan kita pun harus segera bergegas untuk mengambil air wudlu dan sesegera mungkin mencari barisan sholat, kami cowok bertiga mengambil ke arah masjid kecil dekat perumahan para sesepuh, dan para cewek ke lokasi Pondok dan berjanji untuk bertemu di gerbang depan Pondok setelah selesai nasihat subuh. Gara-gara kecapekan bawa mobil udah niat dengerin nasehat bawaannya ngantuk melulu, huh!!, dan bisa ditebak kalau aku lamat laun ngerti isi nasehatnya, setelah acara selesai kita bertiga pisah kecuali aku dan rusdi yang harus berlarian untuk mencari informasi setelah beberapa jam akhirnya keluar keputusan kalau acara yang harus kawanku ikuti diadakan setelah sholat dhuhur. Time to rest i think!, jeda waktu agak lama ini aku n keempat temanku ditambah satu lagi kenalan dari kedua cewek-cewek tadi mampir membeli sarapan yang sekiranya setiap aku ke kediri pasti ke tempat itu, yep! ayam bakar ala kustur, memang ayam bakar ini enggak ada matinya, bumbunya teope abis satu lagi setiap makan bareng aku selalu jadi bak sampah alias ngebantuin yang makanannya ngak habis :D. Kita berpencar untuk sementara waktu untuk menghabiskan waktu, kawanku jauh seperti orang kalap waktu beli kerudung runut-dirunut ternyata mau dijual lagi, aku kira buat siapa? kita bertiga seperti ibu-ibu dipasar, pokoknya tawar semurah-murahnya ditambah sedikit rayuan gombal biar lebih sip!. oya kenalin kawan jauhku ini dokter yang lagi PTT –begitu dia bilang– di tarakan, aku biasa panggil dia bon –kayak panggilan anak naga bonar pada film besutan dedi mizwar, bonaga!– nama lengkapnya Ilham Bondan Pramudiawan –panjang bener kayak kereta–, karena hasrat bon untuk ke puncak menara waktu istirahatku ditahan dulu karena ada ajakan untuk ke menara yang tingginya kurang lebih 80 m, sekadar menikmati dunia dari sudut pandang yang berbeda. Akhirnya waktu istirahat itu benar-benar datang, 1 jam setengah aku habiskan untuk tidur di masjid kecil dekat pasar dadakan, aku terbangun untuk sholat dhuhur sekalian sholat ashar karena kita sedang dalam perjalanan, setelah dhuhur tak ada kata lain selain tidur lagi.

Titit..titit…sms masuk dari bon yang isinya acaraku dah selesai kalian dimana?, di tempat kita tadi berpisah, we will waiting, send!. Satu lagi masuk teman dari surabaya yang kebetulan ketemu di kediri bermaksud untuk ikut menuju ke surabaya, mas..kira-kira perjalanan ke tulungagung jauh nggak dari sini?, butuh berapa jam kalau melakukan perjalanan kesana?, aku pun menjawab “tulungagung?mm..lumayan, klu waktu kemungkinan 1-2 jaman dari sini”, “kenapa?”, sembari tertawa dia berkata “disana ada pantai bagus!”, “heemm, bagosss!!” kataku. Setelah terjadi pembicaraan maka kami berenam memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Tulungagung, setelah menempuh perjalanan tak dinyana ternyata pantai yang kita tuju sudah keluar dari areal Tulungagung lebih tepatnya Trenggalek, sepanjang perjalanan yang kita tempuh si bon sempat mengeluarkan statement kalau ini adalah danau bukan pantai, bon beranggapan seperti itu karena sepanjang perjalanan hanya terdapat gunung-gunung. Tapi, itu hanya anggapan saja lebih kurang pukul 17.15 kita telah dihadapkan pada sebuah kenyataan kalau Prigi adalah pantai bukan danau yang seperti bon bayangkan.

Ayo semua lariii……, ide gila ini datangnya dari bon, dia berbisik kepadaku “rasakan sensasi ketika menuruni pasir ini, kamu seperti melayang”, “seperti itukah bon?” balasku, Tidak ada bukti selain mencoba namun ternyata aku tidak merasakan hal yang bon rasakan, “lha, koq biasa-biasa aja bon”. Pada awalnya bon sempat bermain dengan air laut, namun seperti orang yang pernah bermain air bon langsung mengambil keputusan untuk bermain air, karena aku tidak membawa ganti secara otomatis aku hanya sebagai penggembira saja disitu, Sovia makhluk manis yang berhasil membujukku dengan psikologis terbaliknya untuk menuju pantai ini pun tanpa berpikir panjang untuk segera berbasah-basahan dengan air dan bermain pasir, sepertinya durian runtuh mungkin ekspresi yang ditampakkan oleh gadis manis ini. Setelah puas bermain dan berfoto ria sekitar pukul 18.06 kita siap-siap untuk kembali ke dunia kita, Surabaya “We will come in”. Alunan musik klasik yang terdengar dari moto si bon seakan membius seluruh penumpang mobil untuk beristirahat, kecuali Sovia. Seperti membuka lembar baru dalam kehidupan kita, have a nice trip.

Svia for a lot of Food n u’r became, Nrul for support n helping for us, Roes for konyol n keikutsertaannya, Bon for mobilnya dan makan-makannya.

Kediri-Perigi, 6-7 Juli 2008, with Svia, Nrul, Bon, Roes, Diek.

Euphoria


Spanyol merengkuh kemenangan yang sempurna setelah 44 tahun lamanya puasa gelar, dari seluruh pertandingan mulai dari penyisihan hingga partai puncak tim ini tidak mengalami kekalahan satu pun berawal dari kemenangan yang meyakinkan melawan tim yang digadang-gadang sebagai kuda hitam dari keseluruhan pagelaran ini yaitu Rusia, taji itu berlanjut pada pertandingan berikutnya yang dengan sukses menggulung Swedia dengan skor 2-1, David Villa menjadi aktor kemenangan tim matador dalam pertunjukan ini, golnya yang dilesakkan pada menit 90+2 menjadi saksi bisu kehebatan sang matador. Pada pertandingan terakhir sepertinya merupakan pertandingan balas dendam spanyol yang dengan pahitnya pada pagelaran empat tahun yang lalu spanyol disingkirkan Yunani hanya karena beda gol, dengan bermodal kepahitan yang diterima empat tahun silam seakan tak ada cela untuk Yunani mencuri gol lebih dulu, Spanyol seakan kalap dan membombardir gawang Yunani dengan 2 gol tanpa balas hingga akhir peluit babak pertama berakhir. Menjelang akhir babak kedua melewati serangan yang tersusun rapi Yunani berhasil mencuri 1 gol namun itu tak cukup membantu ketika peluit tanda berakhirnya pertandingan sudah terdengar, Spanyol mengungguli Yunani dan juga memupuskan Yunani yang menyandang sebagai juara bertahan untuk angkat koper terlebih dahulu dari pagelaran ini. Pada babak perempat final tim Matador ditantang oleh Sang Jawara Dunia Italia, namun sepanjang perhelatan akbar ini Italia tidak bermain pada formnya setelah dilumat 3 gol tanpa balas oleh Belanda Italia cuma bisa bermain imbang di pertandingan berikutnya melawan Rumania, Italia mulai menampakkan keberingasannya pada pertandingan terakhir yaitu melawan Prancis yang juga pada saat itu memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Italia. 2 gol tak berbalas menjadikan Italia jawara di pertandingan tersebut, Forza Italia!. Tak dinyana pada survival game ini Italia seakan membuat kewalahan Spanyol hingga terpaksa pertandingan tersebut diselesaikan dengan adu penalti, pertarungan reputasi antara kiper dunia Iker Casillas dan Gianluigi Buffon, Iker Casillas yang sedikit lebih pendek dibandingkan kiper Italia seakan tak mau kalah, 2 kali tendangan dari Italia berhasil dimuntahkannya yang menjadikan pertandingan itu milik “El Matador”, jarum itu berhasil dilewati, Grazie!. Pada pertandingan berikutnya Rusia, yang dengan mengejutkan mengalahkan Belanda dengan skor yang menjanjikan, 1 gol untuk Belanda 3 gol untuk Rusia, sungguh diluar dugaan Belanda yang pada sepanjang pertandingan penyisihan berhasil menghancurkan 2 tim terbaik sejagad Italia dan Prancis akhirnya runtuh oleh tim dari negara eropa timur. Pelatih Rusia Guus Hiddink sempat menyatakan bahwa tim yang diasuhnya tidak akan kalah lagi seperti kala pertandingan perdana grup D dimana Spanyol dengan mantab menghancurkan Rusia 4-1, kenyataan ternyata tak berbanding, sekali lagi tim besutan Luis Aragones tampil dengan sangat meyakinkan dan hasil akhir bisa ditebak tiga gol tanpa balas dilesakkan para punggawa tim Spanyol. Spanyol melenggang ke partai puncak yang akan dihadapi adalah tim berjuluk Panser yang sempat terseok-seok di penyisihan dan tampil sangat meyakinkan di babak survival dengan merobohkan tim besutan Luiz Felipe Scolari dan memupuskan tim kuda hitam dari eropa timur lainnya, Turki. Partai puncak ini dihelat di Wina yang berpenduduk kurang lebih 1.550.123 jiwa apakah akan menjadi saksi bisu keperkasaan sang Matador dalam melumpuhkan lawan-lawannya ato terkaman sang panser kepada sang Matador?, Saling adu taktik dan adu strategi adalah taruhannya siapa yang lebih dia yang meraihnya, disinilah ujiannya. Diprediksi perang di antara lapangan tengah menjadi jaminan siapakah yang terhebat di ranah eropa saat ini, sejak menit pertama tim besutan luiz aragones menggeliat lewat serangan dari poros tengah, sang panser seakan tercabik dan teraniaya dengan kecepatan anak-anak matador lewat sebuah serangan satu dua yang cantik pada menit ke 33 umpan matang ke depan yang diteruskan dengan cantik oleh protagonista dari spanyol fernando torres berbuah gol yang ternyata itu adalah gol pembuka sekaligus gol kemenangan dari El Matador, buah manis untuk Spanyol setelah puasa gelar yang beruntut lama. Bravo!

22.23


Sesuatu yang kita anggap benar belum tentu menurut orang lain benar, namun yang kita anggap salah malah benar menurut orang lain kalo saya dapat simpulkan dan terbesit apa hidup ini sebuah sudut pandang. Dimana kemajemukan manusia menjadikan dunia ini lebih indah dan sarat hikmah, isi, dan sekelumit-sekelumit ilmu yang terkandung didalamnya. Hidup dan sudut pandang 2 hal yang saling berkaitan dan perlu kiranya untuk dimengerti itu menurut hemat saya, satu yang bisa membuat saya untuk selalu menghargai orang lain dan saya berbahagia dengan hal ini.

Tag Cloud