Always Think From Another Side

Archive for October, 2007

Tuhan


gibran sering berkata kalau dia tahu nomor handphone TUHAN.

dia juga bilang kalau TUHAN itu adalah kawannya; juga kawan semut, keong, dan kupu-kupu.

“itu kawanku TUHAN itu, ayah. baik TUHAN itu. kalau ayah nggak ada duit, nanti ibang telepon TUHAN,” kata gibran ketika asyik bermain tanah bersamaku suatu pagi dan kurekam dengan video ponselku.

kalau ada binatang kecil, seperti cecak atau kupu-kupu, yang dilihatnya mati di lantai rumah atau tanah, dia akan ngomong: “ayah, ini kawan TUHAN sudah mati.”

dia suka melihat binatang, tapi sekaligus penakut pada binatang. tontonan favoritnya di tivi adalah semua tayangan berbau binatang. gibran selalu bilang kalau ular itu baik, singa itu baik, buaya itu baik.

beberapa kali sudah kuingatkan: “bang, kalau yang namanya ular, singa, buaya, itu binatang jahat. lihatlah di tivi, dia makan binatang lain.” dan jawaban gibran membuatku tak bisa berkutik: “baiknya buaya itu, karena laparnya dia, terus dia makan kaki kerbau.”

pernah adiknya, nadya, demam cukup tinggi. dengan mimik serius, gibran meminta hp-ku. dia pencet-pencet tombolnya dengan asal. “telepon siapa, bang?” tanyaku. “sssttt, diam dulu kau ayah, ibang mau nelpon TUHAN, biar dikirim obat dedek.”

sudah sering kutanya berapa nomor handphone TUHAN agar aku pun bisa menelepon TUHAN bila aku sakit atau butuh uang, tapi gibran tak mau kasih tahu.

“mana mau TUHAN telepon-telepon ayah. akunya kawan TUHAN itu,” ucapnya. mendengar dia ngomong begitu, aku tersenyum; tapi sesungguhnya, dalam hati kecil, aku sangat malu. [www.jararsiahaan.com]

Tuhan itu ada dimana-mana, tak lekang diaNya ada untuk kita, diaNya juga yang akan memberi ketika kita meminta, diaNya yang akan ada ketika kita membutuhkanNya 🙂

Rindu


— Mungkin kebanyakan orang menganggap itu nyiksa, tapi sekaligus sensansi yang nyenengin karena itu berarti kamu punya orang yang kamu rinduin, dan berarti dia orang yang kamu sayang, dan lebih nyenengin lagi kalau dia juga ngerasain hal yang sama dengan yang kamu rasain —

Gambaran yang tak terdefinisi karena bukan ilmu pasti, sesuatu yang dianggap menyiksa namun menyenangkan. Imajinasi!

Attention


Cewek itu ngak matre, tapi cewek mana sih yang ngak seneng kalo diperhatiin?, cewek mana juga yang nggak seneng diajakin jalan bawa mobil, udah adem tinggal duduk manis, n then cewek mana yang nggak seneng saat nggak ada akhirnya berubah ada?, itu mungkin sedikit contoh dan masih banyak lagi, pada intinya perhatian yang diberikan berujung dan bermuara pada satu titik yaitu uang, sepertinya bukan hal baru kita diperbudak dengan namanya uang, tapi pada kenyataanya seperti itulah, dan lagi tampaknya ada seorang cewek yang mutusin cowoknya karena soal udah gak cocok, kasihan, kurang apa kek, kurang itu kek, dan sederet kata lain yang sekiranya cocok kayaknya udah jadi pernyataan basi, kesalahan mungkin terletak pada kurangnya perhatian, yang sialnya perhatian itu sendiri ujung-ujungnya duit atau uang, ironis kan!!. Whatever said lah, kadang kita nggak bisa memungkiri hal ini, tapi kenyataan kadang seperti ini. Saya sempat mengajukan sebuah pertanyaan “Trus, bagaimana kalo hubungan tersebut beranjak ke lebih serius atau menikah?”, dan sekali lagi jawabannya simpel perhatian yang berujung uang, weleh!, disini masih bergejolak berjuta pertanyaan dan pernyataan. Apa harus uang?? sekali lagi saya bertanya, sekali lagi jawaban muaranya bertolak pada satu kesimpulan dan itu nggak perlu saya jawab, hehe. Kayaknya tulisannya disudahi disini aja karena masih belom menemukan jawaban yang sekiranya memuaskan dan bisa diterima dengan akal. Anda mau menambahi?

Tag Cloud