Always Think From Another Side

Archive for August, 2007

Kaca


Melihat, menerawang dan berpikir, beberapa hal yang aku suka, menjadi pengamat, kadang aku tersenyum simpul melihat tingkahmu yang membuatku tak beranjak untuk tidak melihat dan menikmati anugrah Tuhan yang begitu indah yang tertera dalam dirimu, kamu itu unik, kamu itu berbeda itu yang membuatku merasa nyaman, sampai detik ini pun aku masih dan masih inginkanmu, terlalu berharap mungkin bisa dibilang, namun itulah kenyataanya.

“Sosok itu akan muncul, dan sosok itu akan hilang, Dan aku akan berusaha untuk tidak menghilangkan sosok itu untuk kedua kalinya”

Qta


GILA!!, sampai berhenti berfikir otak ini, sesuatu yang telah datang menghilang seperti kertas terbakar, tak tersisa!, hanya tinggal harapan tersisa, jadi ingat sama lagunya switchfoot yang berjudul only hope, hmmff!!, lagu itu terdengar menyayat cuma aku suka musicnya but life will go on semua harus berjalan seperti sediakala, dimana komunitas kita, dimana keberadaan kita, dimana kita seharusnya ada, dimana kita diterima, mungkin kita tak pernah dan tak akan pernah tahu penyebabnya, tapi itulah kenyataannya, PAHIT, GETIR!, cita-cita yang kita bangun, yang dengan suka cita kita rencanakan, sampai pada titik kita mengalami kelucuan, malu dan berjuta ekspresi, aku masih ingat ketika kamu berkata “Kita buat fans kita pada kaget” aku tersenyum simpul mendengarnya dan bangga. Dan aku tak pernah merasa sebangga ini memiliki dirimu, seperti ada dorongan kekuatan yang mengatakan bahwa aku senang bersamamu –maaf ngutip sedikit dari lagunya naif–, dan akupun juga masih teringat dengan satu kalimat yang membuatku chic!, satu peristiwa, hanya satu dan tak termaafkan mungkin bisa aku bilang, hal yang membuatmu shock dan jatuh seakan kau tak pernah bisa berdiri dan tak bisa bergerak lagi, beranjak aku mulai membangun kepingan yang telah hancur, seperti jig saw mungkin, kepingan yang tercecer itu aku susun satu demi satu demi keutuhan sebuah cita2, tapi kamu tak beranjak dari langkahmu dan terdiam terpana melihat kepingan cita-cita itu tercecer berhamburan dan berserakan, tersirat di dalam hatimu untuk membuang jauh semuanya tanpa tersisa. Aku pun hanya membisu tak bisa berkata dengan keputusan ini semua, aku tak terima, aku marah, aku hampir kehilangan jiwaku, hampir semuanya, kucoba untuk bangkit dan berjalan, berat rasanya, namun aku harus berjalan, tidak ada kata tidak. Kejadian ini membuatku sadar akan satu hal dan itu hampir terlupakan olehku aku masih punya Allah, aku masih percaya takdir, aku masih punya mereka yang mengerti, dan yang terpenting aku masih punya hidup yang harus aku jalani.

“Something could be pain but it’s something to learn”

Goblokk!!


Malem ma hidup, sebenarnya tidak ada yang sama kedua hal ini, namun ada menurut saya, yang jelas ialah penuhnya intrik, sesuatu ketidakjelasan dan lagi misteri. Blap!, cahaya itu menyala dan tak semuanya terang, hanya beberapa mereka yang berteduh di cahaya itu adalah mereka yang jujur, bertanggung jawab dan ekspresif, menjadi sosok yang terbuka dan tentunya mengasyikkan. Tapi, ketidak teraturan dalam hidup ini sepertinya menjadi suatu fenomena yang unik dan menarik, pernah ada orang bilang yang misteri biarlah tetap jadi misteri, bagaimana bila misteri itu menyiksa?, apa harus tetap merahasiakan misteri tersebut dan mementingkan suatu ego. Kadang itu diluar nalar dan kebingungan dan terbiak sejuta pertanyaan apa itu, apa artinya?. Yang bisa saya tangkap mungkin adalah rahasia alam yang tak akan kita pernah tahu apa jawabnya, dan laiknya kita lebih bisa menghormati itu semua.

Nasionalisme Sesaat


…Pertandingan itu penuh semangat, semua semarak dan saling mendukung, dari berbagai kota, dari berbagai wilayah, semuanya berteriak dan memberikan support semampunya, itulah sedikit gambaran yang tertera pada pertandingan Indonesia vs Korea Selatan pada Piala Asia 2007 kemaren, tampak rasa nasionalisme yang begitu menderu-deru, dan saya sendiri pun merasakan hal itu, seperti tersulut emosi saya, heroik. Indonesia yang bermodal semangat juang yang tinggi telah menunjukkan pada dunia bahwa mereka bisa, SALUTT!!! Indonesiaku, Piala Asia telah selesai pada kesempatan ini Iraq menjadi kampiun, sampai-sampai sebuah headline menyebutkan “Semoga ini jadi kemenangan irak untuk selamanya”, selang waktu berlalu saya menyempatkan diri pergi ke Bandung karena ada urusan sekalian relaksasi, sewaktu berada di angkot saya mendengar beberapa yel-yel yang sekiranya nggak pantes lah saya ungkapkan, ternyata saya mendengar cerita anak jakarta, ternyata sama-sama mengumandangkan yel-yel balasan, satu yang bisa saya simpulkan dari semuanya ini, saya setuju dengan pernyataan bahwasannya sepakbola ada pemersatu, setuju banged!!, yah ternyata lebih kiranya kita ini nasionalisme sesaat, yang tak bisa berbuat pada negara, tapi menunggu apa yang diberikan oleh negara, it was time to change, tidak dari siapapun, tidak dari manapun, cuman dari masing-masing anda, berubah!, Udah saatnya!!, kita berandil dalam negara ini.

Tag Cloud