Always Think From Another Side

Takdir dan Boneka


Boleh ngak kalau saya berpendapat manusia itu seperti sebuah boneka, yang hanya bisa bergerak ketika Sang Penciptanya menggerakannya?, at least itu sesuatu yang masih terkerudung berjuta pertanyaan, mungkin saya hanya melihat dari satu sisi, agama tentunya!, coba kita flashback 50 ribu tahun sebelum dunia ini diciptakan, apa yang pertama kali diciptakan oleh Allah : pena!,  dimana Allah berfirman kepada pena untuk menuliskan semua takdir yang terjadi pada dunia, termasuk manusia mulai dari lahir, mati, jodoh dan rezeki, semua tercatat rapih. Ada lagi yang menerangkan bahwa takdir itu bisa dirubah dengan doa, lalu saya berpikir bukankah doa itu sendiri itu ditakdir?

Advertisements

Comments on: "Takdir dan Boneka" (9)

  1. Agar hidup terasa lebih berarti…..pikirlah
    bahwa `tiap takdir pasti ada sebabnya..`

    Seperti sukses jadi pengusaha…karena dia banyak relasi…karena dia senang bergaul…karena dia pikir `aku senang bergaul`.

    Atau mati kecelakaan sepeda motor,karena kepala pecah terbentur aspal,karena nggak pake helm,karena pikiran `Ah…cuma ke situ2 aja kok`….

    Ataw takdir punya Yaris baru…ya….kita beli karena kita emang suka Yaris…

    Ataw kita dapet sial…ban kempes…karena telat ngisi angin…karena kita pikir `ah…ntar-ntar aja`….

    Yah…kalo gw runtut…mesti semua takdir itu suatu urutan sebab akibat yg pada akhirnya akan bermula dari suatu keinginan/keputusan hati…

    Jadi….nurut gue…takdir berawal dari hati
    .Itu substansi terkecil yg bisa kita kendalikan…meski `semua sudah diatur`

  2. Walau udah ditetapkan takdir dll, manusia adalah boneka yang mempunyai kemauan dan diberi ijin oleh Allah untuk melakukan sebagian dari apa yang dia mau. Menikmati hidup itu penting, tapi jangan sampai terlena sehingga bisa dikendalikan oleh tangan-2 iblis yang tampak sebagai malaikat terang

  3. browniescoklat said:

    walaupun d lihat dr sisi bahwa qt seperti boneka its ok, no problem. tapi inget! qt masih d beri kesempatan wat m’ubah yg namany qodar, yaitu dengan doa/ibadah, tawakal n usaha. klo pun suatu hal yg qt takuti tetap t’jadi, inget! qt pny yg namany istirja’. klo qt yakin maka dng istirja’ smua akan d kembalika oleh A apapun bentukny!

    intiny..apapun yg terjadi qt tetep serahin smuany sama Yang Di Atas….(“,)

    ajkkh..w/slm 😀

  4. corrinn,,biehhh said:

    yahh,,,takdir ama keterikatan emosi,,,,,hmmfff,manusia mana,,yg doa ga pake emosi,,,???
    have u ever think bout it,,,
    hmm,,,coba napakin semua ini dengan lebih bijak ajah dehh,,,diisi kekosongan,,,di lengkapi kekurangan,,
    pada ahirnya semua bermuara ke satu tempat,,,

    coba berfikir dengan pola pandang nabi,,,,**

  5. huehue…brati manusia itu boneka ajaib yah..:D

  6. Boneka dan Takdir..Destiny..
    Knapa ya, gw gak terlalu percaya ama Takdir, (mungkin hal2 tertentu kayak kelahiran, kematian, itu adalah takdir) tapi kalo cita-cita, dan impian adalah sesuatu yang harus dicapai dengan kerja keras dan perjuangan..
    Boneka adalah kita, namun bagaimanapun juga kita berbeda..
    Berjuang, berusaha dan berdoa harus tetap dilakukan untuk merubah nasib, semua ditangan kita, God decide it, but we can ask for..karna Allah maha pengasih..Just asking for all you need..

  7. Takdir, dilema memang, tetapi itulah yang bisa membuat kita lebih menghargai adanya kekalahan, cita-cita dan impian tentunya bagian dari takdir, semua bagian dari takdir, termasuk semisal kita bersikukuh pada sesuatu, disitu kita berfikir bahwasannya kita bisa meraihnya karena takdir juga, sesuatu yang masih semu untuk diungkapkan. Lebih sering-sering kita berfikir dari sisi lain mungkin adalah jawaban, seperti begini “Mmm, mungkin Allah mempunyai kehendak lain yang sekiranya terbaik untukku”.

  8. yuppee bener tuh..Takdir setiap makhluk didunia ini sudah ditulis 50 ribu tahun sblm dunia&langit diciptain..Seseorang berdoa untuk merubah nasibnya..itu juga termasuk Takdir yg oleh Maha Pencipta supaya mahkluk tersebut untuk berdoa merubah nasibnya..
    So..Qta hidup cuma menjalani Takdir dari sang Pencipta..bagaikan Seorang Dalang memainkan Wayangnya..(Dalang=Sang Pencipta, Wayang=Makhluk Hiudp)..

    Ajzkhr

  9. @ dr.bond : substansi terkecil dari hati manusia, mm.. menarik, bisa dikatakan seperti itu, ato mungkin begini, substansi terkecil dari sebuah boneka.

    @ browniescoklat n Aurora : mungkin lebih tepatnya manusia diberi kebebasan untuk melakukan apapun di dunia ini. Dan muaranya pun tak jauh berbeda.

    @ Bugs Bunny : Wayang yang patut dilihat, karena disitu kita bercermin dari sifat n tingkah laku kita semua. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: